Solo – Kenyataan mengenai kecintaan dan dukungan dari Laskar Pasoepati kepada tim kesayangannya Persis Solo memang tidak terelakkan lagi, Meski Persis dalam keadaan terpuruk dan bahkan telah dinyatakan terdegradasi cengan melihat posisi dan raihan angka pada klasemen, tak henti-hentinya suporter yang berdiri sepuluh tahun silam ini terus memompa dan membakar semangat para pemain Persis yang berlaga di lapangan. Pada pertandingan sore tadi yaitu Persis menjamu Persidafon Dafonsoro, sekitar 10 ribu Pasoepati hadir dan menggelorakan nyanyian dan yel-yel untuk Persis Solo. Dan sebuah spanduk bertuliskan “Biarpun Turun Kasta, Kami Tetap Setia Pasoepati Ampe Mati”, itulah sebuah bukti dalamnya kecintaan Pasoepati terhadap persepakbolaan kota Solo.

Nama besar Pasoepati selalu menghadirkan kesan tersendiri bagi banyak orang, meski tim yang didukungnya saat ini sedang mengalami keterpurukan yang hebat, dengan setianya Pasoepati selalu hadir untuk mendukung Persis. Puncaknya adalah pada pertandingan sore tadi yang mempertemukan tuan rumah Persis Solo dengan tim asal Papua Persidafon, selama 90 menit tak henti-hentinya suporter yang berciri khas dengan warna merah ini terus memberikan dukungan bagi tim Samber Nyawa, segala macam nyanyian ataupun yel-yel, mereka teriakkan agar Persis mampu meraih hasil positif di laga kandang terakhir musim ini.

Malang menimpa tim sepak bola tertua di Indonesia ini, Persis harus menerima kenyataan, karena dalam pertandingan sore tadi Persis Solo dipaksa menyerah 0-2 dan tiket untuk turun ke divisi satu musim depan dalam genggaman. Namun pemandangan yang cukup menarik justru terjadi di Stadion Manahan sore tadi, ribuan Pasoepati justru sama sekali tidak menghujat tim kebanggaannya, malah memberikan sebuah nyanyian kepada para pemain Persis. “Terimakasih. . . Terimakasih. . . Persis Solo. . . Dari Kami. . .” Pasoepati. . . begitulah sepenggal lagu yang mereka gelorakan di akhir pertandingan.

Inilah potret dunia suporter Indonesia yang sepantasnya mendapat penghargaan dan layak untuk dicontoh oleh suporter di seluruh Indonesia, dengan meninggalkan apapun yang berimplikasi terjadinya kericuhan dan tindakan anarkhi yang justru akan merugikan berbagai pihak. (REVIEW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s