Dari Solo, Kita Berdamai

PEMANDANGAN unik terjadi pada silaturahmi Suporter Indonesia di Solo pada malam sebelum digelarnya Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Sunan Solo. Dibilang unik karena acara yang digelar di pelataran halaman Kantor Redaksi Harian Solopos itu dihadiri oleh puluhan suporter dengan atribut dan warna yang berbeda, dan ini yang membuatnya unik bahwa mereka adalah suporter yang selama ini disuarakan bersitegang. Adalah PASOEPATI Solo yang memprakarsai acara silaturahmi bertajuk “DARI SOLO KITA BERDAMAI” guna menyongsog Kongres Luar Biasa PSSi keesokan harinya (hari ini)

Malam itu, perwakilan dari The Jakmania Jakarta, Viking Bandung, Aremania Malang, Bonek Mania Surabaya, Ultras Gresik, Panser Biru Semarang, Dan yang lainnya bergabung dan menandatangani plakat perdamaian yang dipimpin oleh Pendiri Pasoepati Mayor Haristanto dan Presiden Pasoepati Bimo Putranto. Foto bersama menjadi bukti bahwa perseteruan yang selama ini mewarnai tontonan sepakbola Liga Indonesia sudah seyogyanya diakhiri bertepatan lahirnya birokrasi baru di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Bagaimanapun suporter sepakbola adalah asset berharga bagi persepakbolaan nasional. Suporter tidak hanya mampu menyuarakan dukungannya kepada klub kesayangannya kala bertanding, namun juga mampu menyuarakan aspirasi demi terciptanya persepakbolaan Indonesia yang berprestasi dan profesional. Suporter yang mungkin selama ini berseteru, tak seharusnya melanjutkan budaya rasis dan anarkisnya dalam menyambut kompetisi mendatang. Ini adalah cita-cita luhur suporter Indonesia yang menjunjung tinggi peradaban sepakbola dunia.

Live Report

Siang ini, Stadion Gelora Manahan Solo kembali kebanjiran tamu dari kelompok-kelompok suporter dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut laporan, perwakilan dari Persidafon Dafon Soro, Pro Duta Jogjakarta, Persela Lamongan, Arema Indonesia, Simolodro Magelang, Persiba Bantul, Snex Semarang, Persikad Depok, PSS dan suporter lainnya hadir siang ini. Sambil menunggu jalannya kongres yang saat ini memasuki putaran kedua dimana Djohar Arifin dan Agusman Effendi bersaing ketat, para suporter menyampaikan aspirasinya untuk perdamaian seluruh elemen suporter Indonesia.

Semoga, Solo yang merupakan kota bersejarah dalam sepakbola nasional kembali mencatatkan sejarahnya dengan menyatukan suporter lokal menjadi suporter nasional dengan asas perdamaian dan profesional. Tidak ada lagi rasisme baik bertajuk lagu, yel, maupun bentuk lainnya dan tidak ada lagi anarkisme dalam nama dan bentuk apapun. Tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi tawuran. Yang ada adalah kenyamanan menonton laga Liga Indonesia, yang ada adalah sambutan hangat suporter tim tamu.

Hari ini bertepatan KLB PSSI tertanggal 9 Juli 2011, Mari kita suarakan “DARI SOLO, KITA BERDAMAI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s