Solo – Merasa dipecundangi oleh kepemimpinan wasit dalam laga melawan Persemalra Maluku pada hari  Minggu (3/4) kemarin, pihak Persis Solo melakukan tindakan tegas. Selain para pemain melakukan aksi walk out saat pertandingan, pengurus Persis juga melayangkan surat protes yang ditujukan melalui KONI, KOI dengan tembusan ke Menpora.

Saat itu skor pertandingan masih 0-0 ketika akhirnya pemain Persis melakukan aksiwalk out keluar dari lapangan sepak bola. Ditengarai, wasit dalam pertandingan tersebut bertindak tidak adil dengan menganulir dua gol yang dicetak oleh pemain Persis Solo. Saat itu, di dalam Stadion Manahan Solo suporter juga ricuh dengan melempari wasit karena kecewa atas kepemimpinannya.

Ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya  hari ini (5/4) Mantan Ketua pengcab PSSI Solo yang telah dibekukan dan juga sekaligus Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo membenarkan berita tersebut. Ia meminta agar KONI dan KOI selaku badan pengganti PSSI sementara waktu benar-benar mengkaji permasalahan tersebut. Ia juga meminta dilakukan pertandingan ulang dengan Persemalra Maluku dan dipimpin oleh wasit yang benar-benar independen.

Pria yang kerap disapa Rudi ini juga meyakinkan, pada dasarnya Pasoepati tidak mungkin berbuat rusuh jika tidak ada sebabnya. “Suporter Solo sebenarnya baik-baik semua. Pertandingan tersebut juga disiarkan secara langsung di televisi, jadi semua juga bisa melihat dengan jelas. Jadi, BLI (Badan Liga Indonesia) minta bukti apa lagi?” katanya dengan nada tinggi.

Harapan Rudi di waktu yang akan datang, agar dikirim perangkat-perangkat pertandingan (wasit, asisten wasit dan hakim garis-red) yang benar-banar fairplay. Sehingga pertandingan bisa berjalan dengan adil dan tidak timbul gejolak baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sebelumnya, Laskar Samber Nyawa Persis Solo menerima kenyataan pahit, saat harus kalah secara Walk Out (WO) 0-5 atas tamunya Persemalra Maluku Tenggara dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia, di stadion Manahan, Senin (4/4) sore. Para pemain Persis tidak berniat untuk melanjutkan kembali pertandingan yang terhenti pada menit ke 76, sehingga wasit memutuskan hasil pertandingan 0-5 untuk kemenangan Persemalra.

Pertandingan secara normal berkedudukan 1-2 untuk keunggulan Persemalra hingga laga terhenti pada menit ke 76. Gol Persis dicetak oleh Ibrahim Ibnu menit 55, sementara gol Persemalra dihasilkan oleh Acken Narwadan menit 70 dan Aloysius Yamlean menit 75.

Akan tetapi setelah terjadinya gol kedua tim tamu, pelatih, pemain serta seluruh offisial Persis Solo tidak mau melanjutkan pertandingan yang masih menyisakan waktu sekitar 15 menit. Kubu tuan rumah merasa dicurangi oleh keputusan wasit yang menganulir gol Persis, serta mengesahkan gol Persemalra yang penuh kontroversi.

Suasana pertandingan menjadi ricuh dengan diwarnai adu mulut antara asisten wasit II dengan para pemain Persis Solo, begitu juga dengan Pengawas Pertandingan yang sempat bersitegang dengan pemain tuan rumah. Namun para pemain Persis tak kunjung memasuki lapangan untuk melanjutkan pertandingan. Hingga wasit menunggu sekitar 10 menit, dan memutuskan Persemalra menang secara Walk Out atas Persis Solo.

Tanda-tanda keputusan kontroversial dari pengadil lapangan sebenarnya mulai terlihat menit 31 babak pertama. Tendangan penyerang Persis Solo Ibrahim Ibnu terlihat masuk melewati garis gawang Persemalra, yang sebelumnya membentur mistar kemudian keluar lagi. Namun wasit Chaerul Saleh tidak mengesahkan gol tersebut karena asisten wasit II Agung Wibowo juga tidak melihat bahwa bola masuk.

Keputusan wasit yang berbau curang kembali terjadi di babak kedua, saat Persemalra mencetak gol penyama kedudukan yang sebelumnya telah terjadi handsball pemain Persemalra, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Puncaknya adalah pada menit 75, kembali gawang Persis kebobolan yang cukup berbau offside. Para pemain Persis sontak berlari menghampiri asisten wasit II yang tidak menganggap pemain Persemalra dalam keadaan offside saat mencetak gol.

Hingga akhir pertandingan, wasit telah memutuskan Persis Solo kalah secara WO 0-5 oleh Persemalra Maluku Tenggara. Pelatih Persis Solo Ahmad Sukisno tak dapat menyembunyikan rasa kekecewaannya atas hasil tersebut. “Kami sangat kecewa dengan keputusan wasit. Sekali lagi saya tegaskan, Persis Solo belum mangakui kekalahan ini,” ujarnya usai pertandingan.

Sementara offisial Persemalra Ulis Renyaan mengatakan Dewi Fortuna sedang berpihak kepada timnya. “Kami bersyukur bisa meraih tiga poin di Solo, padahal target kami cukup dengan main seri. Persis Solo sebenarnya memiliki dua peluang menjadi gol, akan tetapi Dewi Fortuna masih berpihak pada kami,” pungkasnya.

Dhefi, Aryo – Timlo.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s