Pembukaan Liga Primer Indonesia (LPI) di stadion Gelora Manahan Solo, 8 Januari 2011, yang dihadiri oleh tokoh nasional termasuk penggagas LPI, Arifin Panigoro berlangsung meriah. Puluhan ribu penonton membanjiri isi stadion yang berkapasitas 20 ribu tempat duduk itu. Bahkan, ribuan calon penonton tidak mendapat tiket masuk karena tiket terjual habis. Laga perdana yang mempertemukan tuan rumah Ksatria Solo FC melawan Persema Malang ditemani hujan yang mengguyur kota Solo. Kedua tim memainkan tim terbaik seperti Irfan Bachdim, striker Persema Malang. Dalam pertandingan ini, Persema tampil lebih dominan dari sang lawan. Tercatat pasukan arahan Timo Scheunemann itu mencetak 12 tembakan di babak pertama, di mana empat di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Catatan statistik bagus itu berimbas pada tiga gol yang berhasil dibuat di babak pertama. Jaya Teguh Angga membuka keunggulan Persema setelah tendangannya tak mampu dihalau oleh kiper Riyan Budi Setyawan. Gol tersebut sempat dikira berbau offside, namun dari siaran ulang terbukti posisi Jaya bersih. Kurang rapatnya pertahanan Solo membuat Persema makin leluasa untuk menggempur pertahanan mereka. Imbasnya Irfan pun bisa menggenlontorkan dua dua gol tambahan ke gawang Solo.

Dua menit memasuki babak kedua, Robbie Gaspar memperbesar kedudukan menjadi 4-0. Lagi-lagi para pemain Persema tak terkawal dengan baik sehingga Robbie pun dengan leluasa bisa meluncurkan bola ke dalam gawang Solo. M. Kamri kemudian mencetak gol terakhir Persema dalam laga ini. Tusukannya ke dalam kotak penalti Solo diakhiri dengan sebuah gerakan yang mengecoh Riyan. Ia pun langsung melepaskan tendangan kaki kanan dan membuat timnya unggul 5-0. Gol hiburan Solo diciptakan oleh Yunet Hardianto setelah tendangan kerasnya dari luar kotak penalti gagal dihalau dengan sempurna oleh Sukasto. Sang kiper lalai dalam menepis tendangan Yunet dan bola akhirnya malah meluncur masuk ke dalam gawang. Skor 5-1 itu bertahan sampai laga usai.

Meskipun kalah, PASOEPATI tidak tampak kekecewaan atas kekalahan ini. Namun, di beberapa sudut terdengar suara hujatan kepada ketua umum PSSI, Nurdin Halid. Nyanyian dan sorakan untuk Nurdin Halid mengalir selama pertandingan. Bagi Solo FC sendiri, pertandingan pembuka ini akan menjadi pelajaran berharga untuk mengarungi LPI yang akan berakhir September 2011 mendatang. Termasuk adalah tidak memainkannya para pemain asing yang resmi dikontrak manajemen Solo FC sore ini. Menghadapi tim yang sudah matang karena setengah musim tampil di Liga Super Indonesia, seperti Persema Malang seharunya Solo FC juga harus waspada terhadap tim serupa seperti Persebaya, PSM dan Persibo.

Tetap Semangat Ksatria!

Laporan Swolon (Pasoepati Karanganyar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s