facebook pasoepati

Kelahiran Pasoepati pada 9 Februari 2000 di Kota Solo pada awalnya di prakasai oleh Mayor Harisutanto dan kawan-kawan. Mulanya (para pendiri) tidak menyangka kalau Pasoepati bisa sedemikian besar. Pasoepati (didalam mendukung) PELITA SOLO “hanya bersorak tanpa nyanyian &t tarian tetapi dengan iringan drum & terompet” yang anggotanya tidak lebih dari angka ratusan.

Pada laga PELITA SOLO VS AREMA MALANG, Pasoepati & masyarakat bola Kota Solo disuguhi hiburan yangg menarik oleh pendukung Arema yaitu Aremania selain suguhan pertandingan sepakbola yangg menjadi menu utamanya. Aremania selain membuat tertarik sekaligus terpesona, tentunya merupakan bukti nyata sebuah kelompok suporter bisa kreatif serta fanatik tapi bukan fanatik yang berati sempit. Sepulang dari Stadion Manahan, penggemar bolamania Kota Solo selalu menceritakan tentang laga Pelita Solo vs Arema baik di HIK (wedangan khas Solo), pos ronda maupun di tempat tempat tongkrongan kawula muda Solo. Dan yang menjadi pembicaraan justru Aremania-nya.

Beberapa hari setelah pertandingan melawan Arema, Pasoepati mengadakan rapat yang dihadiri oleh para kepala suku serta beberapa orang professional untuk membahas pembuatan lagu, gerak serta ide-ide kreatif lainya untuk ditampilkan pada laga Pelita berikutnya dengan slogan “REVOLUSI SUPPORTER INDONESIA & PARADIGMA BARU SUPPORTER INDONESIA YANG SIMPATIK, KREATIF, ANTI ANARKI & CINTA DAMAI”.

Tour pasoepati ke Surabaya adalah tonggak sejarah Pasoepati mengadakan tour yang pertama dengan pasukan 5000 lebih, memakai jasa transportasi kereta api & 37 armada bis serta mobil pribadi tidak terdeteksi jumlahnya. Yang menarik adalah seluruh rangkaian Kereta Api yang berjumlah 12 gerbong penumpang adalah bookingan Pasoepati dengan nama KERETA PASOEPATI I.

Kini pasoepati sudah berusia 10 tahun & telah mendukung 3 tim yang berbeda (PELITA SOLO, PERSIJATIM SOLO FC & PERSIS SOLO). Pasoepati yang awalnya singkatan dariPasukan Suporter Pelita Sejati kini menjadi Pasukan Suporter Sala Paling Sejati yang tidak hanya mensupport sepakbola kota Solo tetapi juga olah raga & budaya Solo Raya (Solo, Kab. Kr.Anyar, Kab.Boyolali, Kab.Sukoharjo, Kab.Sragen, Kab.Wonogiri & Kab.Klaten). Kok bisa ?

Dikarenakan Pasoepati terdiri dari korwil-korwil yang tersebar di se-eks Karesidenan Surakarta yaitu Kota Solo 5 Korwil, Kab.Karanganyar 3 Korwil, Kab.Boyolali 1 Korwil, Kab.Sukoharjo 4 Korwil,Kab. Sragen 1 Korwil, Kab.Klaten 1 Korwil, Wonogiri 1 Korwill, Jabodetabek 1Korwi serta Jogja 1Korwil. Yang setiap korwil mempunyai minimal 10 suku, suku mempunyai anak suku (anggota) minimal 15, tetapi yang terjadi setiap suku mempunyai anak suku diatas 25 bahkan banyak suku yang mempunyai anak suku lebih dari 100 orang.

Di dalam perjalanan Pasoepati, bukannya mulus bagai jalan tol, tetapi berbagai masalah & konflik internal juga mewarnai perjalanan organisasi supporter kebanggaan kota Solo ini. Sempat ada 2 kubu yang pro & kontra tentang adanya AD/ART di dalam tubuh organisasi Pasoepati, tetapi dengan ending yang baik menghasilkan KONGGRES PASOEPATI I yang diselenggarakan di Stadion Manahan pada tahun 2001 yang menempatkan Mayor Harisutanto & Anwar Sanusi sebagai Presiden & Wakil Presiden PASOEPATI I.

Masalah muncul lagi setelah Mayor H mundur dari jabatan Presiden Pasoepat. Beberapa orang yang ambisi ingin menduduki orang nomor 1 di Pasoepati melawan orang-orang yang murni menginginkan besarnya Pasoepati. Munculah nama KGPH SATRIO HADINAGORO & Ir.BIMO PUTRANTO yang di yakini oleh sebagian besar korwil bisa menyelesaikan konflik internal dan bisa menyatukan Pasoepati kembali dan terpilihlah beliau berdua menjadi Presiden & Wakil Presiden ke : 2 dari hasil Konggres Luar Biasa pada tahun 2002. Dan pada KONGGRES PASOEPATI II Tahun 2004, Ir.Bimo Putranto & Langgeng Jatmiko terpilih menjadi Presiden & Wakil Presiden Pasoepati ke : 3.

Di dalam menangani konflik internal selain Presiden & Wakil Presiden Pasoepati, didalam tubuh Pasoepati juga mempunyai sosok yang cukup berpengaruh dan sudah didaulat sebagai Bunda Pasoepati yaitu Kris Pujiati S.Psi. Bunda (demikian anggota Pasoepati memanggil) pada saat-saat ada permasalahan di tubuh Pasoepati selalu menjadi tempat untuk mengadu/curhat oleh semua elemen Pasoepati. Selain sebagai Bunda Pasoepati, Kris Pujiati S.Psi juga didudukan sebagai PENASEHAT PASOEPATI.

Supporter memang unik serta menarik, berbagai strata pendidikan, suku, ras, golongan, tumplek blek jadi satu dengan satu tujuan memberikan support kepada tim kesayangan dengan tertib, damai, kreatif, atraktif serta anti anarchism.

Bagaimana dengan dana? Sumber dana Pasoepati didapat dari discount tiket tanda masuk setiap laga kandang yang besarnya tergantung dari penjualan Tiket Pasoepati (belakang gawang utara & selatan ) yang oleh DPP Pasoepati didistribusikan melalui Korwil-Korwil, discount tiket hak Korwil & Suku. Sedangkan penjualan Tiket Pasoepati di Manahan, discount tiket hak DPP Pasoepati. Discount tiket tersebut di atas yang dimanfaatkan untuk operasikan roda organisasi. Selain dari discount tiket sumber dana dihasilkan dari sisa iuran tour bila tim berlaga di luar kandang. Sumber dana lainnya adalah dari donatur yang sifatnya tidak mengikat serta sponsorship.

Artikel disadur dari http://ompol-babi.blogspot.com/ dengan sedikit perubahan.

2 responses »

  1. lutfi REDLABEL mengatakan:

    MENYUKAI ARTIKEL !!!

  2. bayu solo mengatakan:

    suka juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s